Selasa, 06 Mei 2014

satu bagian ''kamulah bayangan itu..''

aku yang tak pernah meenduganya,kamu yang ada dalam benakku,menghubungiku dimalam itu.
berkata ingin mengenalku,hanya ingin menjalin komunikasi sekedarnya denganku.
seiring berjalannya waktu mulai sedikit kutahu apa yang ada dalam benakmu.
kamu mulai berbagi cerita tentang dirinya yang kau nanti selalu,meski kau tahu amat sangat menyakitkan penantian itu untukmu.
yang kutahu kala itu kau sedang menungggu sebuah kepastian dari seseorang yang sedang memiliki hubungan dengan seseorang.
kamu terus menunggu,meyakini setiap rasa yang ada dalam hatimu,tentang dia.
mungkin hanya perasaanku,kala kurasa ada sedikit guratan kesedihan dalam nada bicaramu,tentang sebuah penantian yang kau bagi denganku.
bila kamu tahu yang sesungguhnya,ingin sekali kurengkuh hatimu,akhiri semua yang kau rasa.

lama kita berbica tentang topik yang sama,dia yang kamu tunggu.
hingga suatu saat kamu mulai bertanya,''bagaimana dengan mu?,bagilah ceritamu padaku''.
dan aku mulai bercerita,tentang perasaan pada seorang wanita.
tentang aku yang sedang jatuh cinta.
tentang aku yang sering bertemu dengan dia.
tentang bayang wajahnya yang mengisi sebagian relung hati.
tentang wajah sayu yang tak begitu ayu,tapi mampu buatku rasakan sesuatu.
mulai ku deskripsikan bayang wajah itu padamu,dan akhirnya kau mengira sosok itu adalah temanmu.
bukan,kujawab tentu saja bukan,bukan temanmu.
ingin ku katakan sosok itu adalah dirimu,kamulah sosok bayangan itu.
tapi suaraku tertahan,tak mampu keluar,hanya menyesaki rongga kerongkongan.

dalam hatiku berkata,''buakan temanmu..tapi kamu..kamulah sosok bayangan itu..andai kamu tahu..''

Tidak ada komentar:

Posting Komentar